Majalengka β Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka membuka secara resmi Kongres II Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Majalengka yang digelar di Aula Instbunas Majalengka, Sabtu (27/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga hadir sebagai keynote speaker.
Kongres yang mengusung tema βKonsolidasi Gerakan dan Transformasi Kepemimpinan dalam Mengawal Demokrasi dan Pembangunan Daerah Menuju Majalengka Langkung Saeβ ini menjadi ajang konsolidasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Majalengka.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya berhenti pada pelaksanaan pemilu semata. Lebih dari itu, demokrasi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan serta mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak kepada rakyat.
Ia juga menilai forum seperti kongres BEM memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. Perbedaan pandangan, menurutnya, justru menjadi ruang untuk melahirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan daerah.
Selain itu, Sekda menyoroti pentingnya transformasi kepemimpinan di tengah perkembangan zaman. Pemimpin masa depan dituntut tidak hanya cakap, tetapi juga adaptif, inovatif, berintegritas, serta mampu membangun kolaborasi lintas sektor.
βPemimpin ke depan harus mampu merangkul semua pihak dan memanfaatkan teknologi serta inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,β ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Majalengka, lanjutnya, terus berkomitmen mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Sekda juga mengajak mahasiswa untuk turut berperan aktif dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
βKami berharap forum ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat persatuan, membangun semangat pengabdian, dan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang mampu membawa perubahan positif bagi Majalengka,β tutupnya.