Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /var/www/html/webserver/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Bupati Serahkan 15 Ekor Satwa Dilindungi Milik Masyarakat kepada Kementerian LHK

  • Posted on: 2 July 2018
  • By: cecep

Bupati Majalengka, Dr. H. Sutrisno, SE., M.Si menyerahkan 15 (lima belas) ekor satwa dilindungi milik masyarakat kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat (Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa) yang disaksikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kantor Bupati Majalengka, Senin (02/07).

Kegiatan penyerahan satwa secara sukarela tersebut merupakan hasil dari upaya persuasif dan sosialisasi mengenai ketentuan tentang pemilikan dan pemeliharaan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Satwa dilindungi yang serah kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat meliputi:
1. Buaya Muara ( Crocodylus porosus) sebanyak 4 ekor.
2. Elang Ular Bido (Spilornis cheela) sebanyak 2 ekor.
3. Soa Layar (Hydrosaurus amboinensis) sebanyak 4 ekor.
4. Julang Emas (Aceros undulatus) sebanyak 1 ekor.
5. Alap - Alap Jambul (Accipiter trivirgatus) sebanyak 1 ekor. - •
6. Elang Bondol (Haliastur indus) sebanyak 1 ekor.
7. Kasuari (Casuarius casuarius) sebanyak 1 ekor.
8. Merak Hijau (Pavo muticus) sebanyak 1 ekor.

Bupati menyatakan sangat mendukung sepenuhnya upaya penyelamatan satwa dilindungi yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk menjaga kelestarian satwa dan ekosistemnya. Kami mengharapkan seluruh masyarakat untuk mendukung upaya-upaya tersebut.

Selanjutnya Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan atas nama Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK, Drh. Indra Exploitasia, mengapresiasi atas dukungan dan upaya yang telah dilakukan oleh Bupati Majalengka dalam mendukung kegiatan konservasi satwa liar. Diharapkan langkah ini diikuti oleh pihak lainnya, dalam hal aspek penceqahan yang lebih dikedepankan. Dalam rangka tertib peredaran satwa dilindungi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan konsisten menindak para pelaku perburuan dan perdagangan illegal satwa yang dilindungi. Dalam 3 tahun terakhir lebih dari 160 kasus kejahatan satwa liar dilindungi telah diproses hukum di Pengadilan.

Penyerahan satwa ini selain mendukung upaya konservasi, juga menghindari resiko bahaya bagi masyarakat. Misalnya resiko lepasnya buaya ke sungai.
Penyerahan satwa dari Bupati Majalengka diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif (collective awarness) berbagai pihak. Hal ini dikarenakan upaya konservasi satwa tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah (Pusat dan Daerah) saja, akan tetapi perlu dukungan dari semua pihak baik masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat dan pihak swasta. Dalam hal, masyarakat masih berminat untuk memelihara satwa yang dilindungi dapat ditempuh melalui mekanisme penangkaran atau membangun Lembaga Konservasi.
Selanjutnya satwa hasil penyerahan akan dititip rawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa dan Lembaga Konservasi. Satwa tersebut untuk direhabilitasi dan dikembalikan ke habitat alamiahnya.